Juni 2, 2023

Pj. Hukum Tua Lilang Diterima Masyarakat. Camat Kema Tidak Berbohong atau “Pang Towo”

Minut, Suluthebat.com- Terkait penolakan Pj. Hukum Tua Desa Lilang Ellia Buntuang, Pemerintah kecamatan Kema mengundang perangkat desa Lilang, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat setempat melakukan pertemuan dengan Pj. Hukum Tua Ellia Buntuang  di BPU Desa Lilang, kecamatan Kema. Kamis (25/5/2023).

Dalam pertemuan tersebut, Camat Kema Daniel Komenaung, menjelaskan jika Elia Buntuang di tempatkan di desa Lilang sebagai Pj. Kumtua, adalah berdasarkan SK Bupati Minahasa Utara. Karena dalam aturan, ASN siap ditempatkan di mana saja.

“Ini sudah keputusan Bupati Minut, yang harus dilaksanakan oleh ASN. Dan masyarakat harus siap menerima,” tegas Komenaung.

Untuk itu, Komenaung mengajak masyarakat tetap menjaga kebersamaan, keamanan dan kenyamanan di desa Lilang kecamatan Kema ini, serta senantiasa saling mendukung, saling  menunjang dan bersinergi dalam tugas kerja pemerintah untuk melayani masyarakat yang notabene adalah tuan dan kita pemerintah adalah pelayan, pembantu dan hamba dalam melayani masyarakat.

“Dalam pelaksanaan tugas kerja dan tanggungjawab selaku penjabat Hukum Tua dan perangkat desa, BPD, Linmas mengacu pada ketentuan peraturan perundang undangan yang berlaku, dengan memperhatikan 3 hal yaitu,
Satu Hati, Satu Pikiran, Satu Tujuan. Dan juga menunjukan Loyalitas, Kesetiaan dan Tanggungjawab,” terang Komenaung.

Jadi menyikapi pemberitaan sebelumnya, yang menyatakan Camat Kema pembohong atau “towo” itu adalah hal yang tidak benar.

“Alangka baiknya harus ada konfirmasi dari dua belah pihak dulu. Agar saling memahami permasalahan yang terjadi. Sehingga tidak berpendapat secara sepihak,”ucap Camat Kema.

Sementara itu, mantan Pj. Kumtua desa Lilang Indra Rondonuwu mengatakan apa yang diberitakan sebelumnya tentang Pak Camat Kema itu tidak benar, karena itu hanya masalah miskomunikasi saja. Sebagai ASN memang harus patuh terhadap aturan, yaitu tentang perpindahan dan siap ditempatkan dimana saja. Selebihnya tidak ada masalah apa pun.

Oleh sebab itu, Indra Rondonuwu memohon maaf juga kepada Pemerintah Kecamatan Kema dalam hal ini Camat Kema Daniel Komenaung dan kepada pemerintah kabupaten Minut, Bupati dan Wakil Bupati, serta masyarakat desa Lilang atas kesalahpahaman ini.

“Kami hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kekurangan. Sekali lagi saya mohon maaf. Saya juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Mungkin soal pelantikan yang membuat masyarakat terkejut dan  kemungkinan juga masyarakat tidak paham aturan. Tapi saya sudah menjelaskan, bahwa saya hanya nota dinas Pelaksana Harian (Plh) yang kapan saja bisa dicabut. Kalau Penjabat, ada jangka waktu kurang lebih 1 tahun,” tutur Rondonuwu.

Kepada masyarakat desa Lilang, Indra Rondonuwu mengucapkan terima kasih
atas dukungan dan kebersamaan serta perhatian selayaknya keluarga selama kurang lebih satu tahun saya menjabat.

“Dimohonkan kepada masyarakat untuk saling menunjang program Desa Lilang. Jadikan Desa hilang indah dan desa Lilang aman,” ungkapnya.

Kemudian sekdes Lilang Jein Pangkerego, menyatakan dirinya bersama para perangkat desa lainnya, siap bekerjasama dan membantu Pj. Hukum Tua Ellia Buntuang, dalam menjalankan program kerja di pemerintahan desa Lilang.

Diakhir pertemuan, Pj. Hukum Tua Ellia Buntuang mengajak seluruh perangkat desa, pengurus BPD, tokoh agama, tokoh masyarakat serta masyarakat untuk bekerjasama dalam memajukan desa Lilang.

“Pelayanan kepada masyarakat adalah hal yang terpenting dan saya siap melayani masyarakat desa Lilang,” ungkap Ellia. (Vivi)