• Tue. Aug 9th, 2022

Minut, suluthebat- Seorang ibu kandung tega menganiaya anaknya sampai meninggal dunia.

Kekerasan fisik terhadap anak kandung yang menyebabkan kematian ini dilakukan oleh tersangka Agrista Rajak Atilu (23) terhadap korban bayi Alisa Salsabila (1,6) yang terjadi pada hari kamis, 4 Agustus 2022, pukul 13.00 Wita di Perum CBA Gold Desa Mapanget Jaga XIX Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).

Melalui konferensi pers yang digelar Polres Minut, Jumat (5/8/2022), Kapolres Bambang Yudi Wibowo mengungkapkan kronologi sebagai berikut,

Pada saat itu tersangka sedang menyuapi korban untuk makan, namun korban tidak mau untuk makan.

“Kemudian korban dijelentik dengan jari tangan tersangka sebanyak satu kali dan dipukul sebanyak dua kali menggunakan telapak tangan tersangka mengenai pada bagian wajah korban, sehingga korban terjatuh kebelakang terbentur lantai dalam posisi terlentang dan sempat kejang – kejang dan bernafas berat,” beber Kapolres Minut didampingi Kasat Reskrim Fandi Ba’u dan Kasi Humas Enas Firdaus.

Melihat kondisi korban seperti itu, pelaku berusaha memberikan pertolongan dengan memercikan air pada wajah korban dan melakukan resusitasi terhadap korban, namun sia-sia.

“Karena panik, tersangka memesan gojek untuk mengantarkannya ke polsek terdekat. Dan meninggalkan tempat kejadian serta menitipkan korban kepada baby sitter yang juga adalah saksi, inisail “AS”, untuk menyerahkan diri ke Polsek Tikala,” ucap Bambang.

Lanjut diungkapkan Kapolres, satu minggu yang lalu tersangka juga melakukan kekerasan fisik dengan menggunakan botol
bedak plastik pada bagian kedua kaki korban. Kekerasan fisik lainnya yang sering tersangka lakukan, yaitu sering mencubit bagian korban.

“Motivnya adalah tersangka broken home/sakit hati, karena suami jarang pulang dan sering berkelahi di telepon, sehingga dilampiaskan kepada anak,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Fandi Ba’u mengatakan, saat ini tersangka sudah menjadi tahanan Polres Minahasa Utara berdasarkan surat perintah penahanan.

Kemudian dari hasil penyidikan kami, perbuatan ini sudah seringkali dilakukan terhadap korban dengan ditemukannya bukti-bukti bekas kekerasan di tubuh korban.

“Terlihat di bagian lengan kanan ada bekas-bekas luka, kaki kirinya dalam kondisi bengkak. Dibagian dada dan perut ini cukup banyak luka bekas dan luka baru serta lebam bekas kena benda tumpul dan ada lebam di bagian mata kemudian ada juga bekas-bekas luka di jari sebelah kanan dan juga ada goresan kuku cakaran dibagian belakang telinga korban” jelas Fandi.

Barang bukti yang disita, 1 (satu) buah botol plastic bedak merk My baby warna Hijau Putih Oranye.

Pasal yang disangkakan yakni, pasal 80 ayat (3) dan ayat (4), UU RI nomor 17 tahun 2016, tentang perlindungan anak.

“Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun ditambah sepertiga karena dilakukan oleh orang tua kandung. Dan atau denda paling banyak Rp. 3 Miliar,” ucap Fandi.

(Vivi)

Redaksi Sulut Hebat

Media informasi dan inspirasi pembangunan Sulawesi Utara yang semakin hebat...