• Mon. Oct 3rd, 2022
Seorang peserta sedang mengajukan tanggapan dalam diskusi.

SULUTHEBAT.COM, Manado – Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Sandra Rondonuwu (Saron) dalam diskusi mimbar bebas atau Focus Group Discussion (FGD) di Kopination Manado, Kamis (14/09/2017), tegaskan bahwa identitas lokal harus menjadi landasan dalam pembangunan di Sulawesi Utara.

Hal itu diungkapkannya ketika menanggapi pertanyaan kritis dari mantan Ukung Tua Pinaesaan Tontemboan Iswan Sual (Piton) terkait posisi kebudayaan dalam dualitas pembangunan yang mengarah pada komodifikasi budaya di sektor pariwisata dan perilaku sosial yang berkaitan dengan nilai luhur.

“Dalam pembangunan di Sulawesi Utara kita harus memanfaatkan potensi lokalitas kita contohnya seperti sayor gedi yang memiliki keunikan tersendiri. Soal gerakan kebudayaan yang ada sekarang ini khususnya di Minahasa jangan sekedar hura-hura, euforia, atau mengandalkan ‘otot’, tapi harus mengutamakan nga’asan (otak),” ujar Saron yang juga aktif dalam gerakan budaya Batik Minahasa.

Acara diskusi ini dihadiri oleh salah seorang Staf Kepresidenan Republik Indonesia Abraham Wirotomo, para jurnalis, aktivis budaya dan politik, aktivis mahasiswa dan seniman. (Swd)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Alternative Text
x