• Wed. Sep 28th, 2022
Kelompok Tari Lolombulan Sinonsayang (KTLS), menarik perhatian peserta seminar.

SULUTHEBAT.COM, Manado – Kreasi anak muda Minahasa berhasil dipentaskan pada Seminar Nasional Tarian Si Patokaan pada acara Seminar Nasional di Hotel Lagoon Sari Manado, Kamis (03/08/2017).

Seminar bertajuk “Peran Strategi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi dalam Membangun Masyarakat Multikultural”, yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Manado (Unima), tarian Si Patokaan yang disuguhkan Kelompok Tari Lolombulan Sinonsayang (KTLS), menarik perhatian ratusan peserta seminar.

Sebelumnya Tarian Kawasaran juga ditampilkan pada pembukaan seusai lagu Indonesia Raya.

Natalia Sondakh, salah satu anggota KTLS mengaku bangga kelompok tarinya diberi kesempatan tampil pada hajatan tersebut.

“Senang lantaran kegiatan nasional ini kami bisa tampil pementasan. Sebenarnya ada rasa gugup waktu pertama tampil menari didepan petinggi beberapa universitas ternama di Indonesia,” ungkap Natalia, mahasiswa tingkat akhir Unima ini.

Sementara Scolastika Sengkey, mahasiswa sosiologi Unima mengatakan, kebudayaan adalah bagian penting terkait prilaku, budaya, serta kebiasaan suatu masyarakat.

“Tampilnya tarian lokal Minahasa seperti Si Patokaan dan Kawasaran cermin dari identitas kita yang harus ditonjolkan. Selain mengenalkan seni dan budaya, tampilnya seni budaya Minahasa bukti kepedulian terhadap budaya masih dipertahankan. Pokoknya tetap semangat menjaga tradisi, seni dan budaya kita,” ucap Sengkey.

Kegiatan seminar menampilkan pembicara Prof Dr Warsono MSi Rektor Universitas Negeri Surabaya), Dr Ubeydillah Badrun MSI Ketua Forkom Antropologi se-Indonesia.(Yanli/Vanny)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Alternative Text
x