January 28, 2023

Wamenkeu Dorong Kepala Daerah Belanja Produk Dalam Negeri

Jakarta, suluthebat.com-  Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara mendorong kementerian/lembaga dan para kepala daerah menggunakan anggaran untuk belanja produk-produk dalam negeri.

Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri dapat menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.

“Kalau kita pengen sumber pertumbuhan baru, kita bicara mengenai penggunaan produk dalam negeri. Penggunaan produksi dalam negeri ini kunci kita ke depan,” kata Suahasil Nazara dalam acara Wealth Wisdom 2022 yang diselenggarakan Permata Bank dan Katadata di Jakarta pada Selasa (29/11).

Nazara mengatakan ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, ekspor dan impor mengalami penurunan yang tajam. Penggunaan produk dalam negeri yang mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia saat itu.

“Ada momentumnya yaitu kita bisa hidup dengan produksi dalam negeri selama pandemi. Kita dorong lagi,” ujarnya.

Dijelaskan, semua pihak, terutama pemerintah, terus mendorong menggunakan produk dalam negeri. Kementerian dan Lembaga hingga Pemerintah Daerah diharapkan dapat berkontribusi untuk mendukung penggunaan produk dalam negeri.

“Kami di pemerintahan kemudian kita meng-exercise, kita pelototin betul APBN dan APBD,” katanya.

Pada tahun 2022,  Nazara mengungkapkan terdapat total potensi anggaran sebesar Rp747 triliun APBN dan APBD yang seharusnya dapat digunakan untuk belanja produk-produk dalam negeri.

“Nanti dia menciptakan multiplier effect. Nanti 2023 kita dorong lagi,” ujarnya.

Ia meminta seluruh pihak, baik Kementerian dan Lembaga hingga Pemerintah Daerah, untuk mendorong belanja produk-produk dalam negeri.

“Tolong menerjemahkan kepada unit bidang usahanya masing-masing bagaimana mendorong produksi dalam negeri dan menggunakan produksi dalam negeri dalam kehidupan proses produksi dan kehidupan kita sehari-hari. This is going to be very very strong untuk Indonesia,” pungkasnya.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *